Jumat, 13 Juli 2018

Sejarah Turki Pada Dinasti Usmaniah dan Golden Horn Bay


Kesultanan Turki Usmani merupakan sebuah dinasti besar yang berkuasa pada akhir abad ke-13 sampai awal abad ke-20. Dibawah kepemimpinan Sultan Selim I dan Sultan Sulaiman pada abad ke-16 dinasti Turki Usmani berhasil mencapai puncak kejayaannya. Pada saat itu wilayah turki terbilang besar yakni dari ljazair sebelah barat, hingga Azerbizan disebelah timur dan Yaman disebelah selatan sampai Hungaria disebelah utara .
puncak kejayaan Turki Usmani mengantarkannya pada periode klasik, pada periode inilah dinasti Turki Usmani memfasilitasi kesultanannya dengan berbagai sarana pemerintahan dan sarana publik berupa bangunan-bangunan bernilai tinggi. Proyek pembangunan dinasti Turki Usmani pada era tersebut tidak lepas dari peran jenius seorang arsitek bernama Mimar Sinan yang kala itu menjabat sebagai kepala arsitek dan teknik sipil kesultanan.
Ia melaksanakan tugasnya pada masa kepemimpinan Sultan Sulaiman, Sultan Salim I, Sultan Salim II dan Sultan Murad III. Merujuk pada tulisan Sei Mustafa Celebi yang berjudul Tezkiretul Ebniye yang penulis kutip dari koran Republika rubrik Arsitektur Islam Digest semasa hidupnya Mimar Sinan telah mengepalai pendirian 476 buah bangunan . Terdiri dari, 94 bangunan masjid besar, 57 gedung sekolah, 52 bangunan masjid kecil, 48 tempat pemandian, 35 istana, 22 makam, 20 caravanserai, 17 dapur umum, delapan jembatan, delapan gudang penyimpanan, tujuh madrasah, enam pengatur air, dan tiga rumah sakit. Karyanya yang paling terkenal adalah Masjid Sulaiman di Istanbul dan Masjid Selimiye di Edirne.
Dimasa dinasti Usmani ini perkembangan corak dan seni arsitektur banyak dipengaruhi dan mengalami perpaduan dengan corak dan seni lokal. Motif ini terjadi karena para arsitektur muslim belum bisa melepaskan diri dari pengaruh corak arsitektur bangunan tradisional Byzantium dan Romawi yang pada saat itu dijadikan kiblat para arsitekur muslim untuk mengembangkan corak dan seni arsitekturnya.
Didalam perkembangannya bangunan arsitektur pada masa dinasti Turki Usmaniyah tidak hanya merupakan bangunan baru, tetapi ada juga diantaranya yang merupakan alih fungsi dari bangunan yang sudah ada sebelum dinasti Usmaniyah berkuasa. Contohnya Hagia Sofia/Aya Sofia, bangunan ini semula merupakan katedral atau gereja di Konstantinopel.
Namun ketika usmani menaklukan kerajaan ini, Hagia Sofia atau Aya Sofia diubah menjadi masjid. Kurang lebih selama 916 tahun Hagia Sofia menjadi gereja dan 481 tahun sebagai masjid . Dan pada tahun 1935 Mustafa Kemal Attarturk, penguasa Turki modern saat itu mengubah fungsi Hagia Sofia menjadi Musium, hingga sekarang ini. Dengan alasan, kebijakan Attaturk mengalih fungsikan Hagia Sofia dari masjid menjadi museum merupakan alternatif yang terbaik waktu itu, ia mencoba menampilkan toleransi umat Islam yang demikian tinggi bagi upaya normalisasi hubungan Islam-Kristen.

Tanduk Emas (dalam bahasa Turki: Haliç, dalam bahasa Yunani: Khrysokeras atau Chrysoceras atau Χρυσοκερας) yang secara harfiah diterjemahkan sebagai “Golden Horn” ialah muara pemisah kota Istanbul. Horn atau Tanduk berasal dari lekukan dalam dari teluk yang menuju ke Barat Laut. Golden atau emas merupakan rujukan puitis terhadap pantulan sinar matahari terbenam yang indah. Ottoman menyebut Tanduk sebagai Haliç, yang dalam bahasa Turki modern adalah istilah geografis untuk "muara", meskipun dalam bahasa Arab aslinya, itu berarti "jurang".

Golden Horn adalah muara Sungai Alibeyköy dan Kağıthane (dikenal secara kolektif sebagai Air Manis Eropa oleh para pelancong Eropa awal abad-abad lalu; bergabung dengan timur laut Eyüp dekat Silahtar), terbentuk ketika perairan Bosphorus membanjiri mereka. Golden Horn menjadi pelabuhan utama Istanbul, dapat dikatakan bahwa Golden Horn Bay juga merupakan rute perdagangan di seluruh Bosphorus.

Pada abad ke – 18, tepian Golden Hornbay dan sungai – sungai yang membentuknya dihiasi dengan istana dan rumah – rumah mewah yang dikelilingi oleh kebun Tulip (kebun Tulip sebagian besar sekarang telah hilang), Golden Hornbay merupakan tempat dimanan masyarakat Utsmaniyah menikmati pesta mewah.

Sungai Kağıthan banyak disukai, dimana sungai ini berada di pinggiran kota berpasir Sadabad yang biasa disebut juga sebagai “Kota Bahagia”. Hal ini terjadi pada Era Tulip (Lale Devri, 1718 – 1730) atau beberapa menyebutnya “Era Debauch” (Sefahat Devri), yang kemudian dituduh sebagai salah satu alasan melemahnya ekonomi Turki dan terjadi pembubaran kaisar. Gaya hidup mewah ini berakhir dengan Pemberontakan Patrona Halil yang dipimpin Janisarry tahun 1730, ketika bangunan di Sabadab dibakar. Revolusi Industri Turki pada abad ke-19 menjadikan tepian Golden Hornbay sebagai salah satu pusat industry dari ekonomi Turki hingga tahun 1980an. Hal ini berdampak buruk pada Golden Hornbay yang disebabkan oleh limbah industri yang tidak diolah dari selokan kota sehingga membuat Golden Hornbay meluap dan mengeluarkan bau yang tidak sedap, oleh karena itu banyak orang yang mengindari jalan disepanjang tepian sungai.

Pada akhir 1980an, upaya untuk membawa Golden Hornbay ke masa kejayaannya dimulai. Saat ini airnya jauh lebih bersih dan digunakan untuk berenang perayaan Epiphany dari komunitas Yunani lokal, dimana beberapa perenang berusaha untuk mengambil salib kayi yang dilemparkan ke air oleh Patriark.

               Golden Hornbay memiliki pantai Selatan dan Utara, namun karena bentuk tandukn yang hamper berliku – liku selata kadang terlihat seperti barat dan utara tampak seolah – olah di Timur. Oleh karena itu berlaku aturan sederhana: Jika kita beridiri di sebidang tanah yang berdekatan dengan Masjid Sulaimani, bata merah dan Phanar Greek College atau Masjid Eyup maka  kita berada di tepi Selatan. Sebaliknya, jika kita berada di tanah yang sama dengan Menara Galata atau Galaangan Kapal Kasimpasa, maka kita berada di pantai Utara.


1.      Eyüp Mosque Complex
Komplek Masjid Eyup merupakan Kuil Islam paling suci di Kota Turki. Terdapat makam Abu Ayyub Abu Ayyub al-Ansari (Eyüp Ensari Türbesi), pembawa standar Nabi Muhammad, meninggal dan dikubur di sini selama pengepungan Muslim pertama Konstantinopel (674-678 AD). Lingkungan itu dinamai sesuai namanya. Terdapat juga plakat dari plastic yang diyakini merupakan jejak Nabi Muhammad. Bagian dalam makam ditutupi dengan keramik halus, orang – orang muslim meninggalkan tempat itu dengan berjalan mundur melalui Lorong keluarnya agar tidak membelakangi catafalque al-Ansari.

2.      Feshane
Eski Feshane Caddesi, Eyüp (di tepi pantai, tepat di sebelah timur pusat kota Eyüp. Awalnya sebuah pabrik memproduksi fezzes (fes), topi merah Ottoman terbuat dari felt, diadopsi di Ottoman Empire pada awal 1800-an sebagai bagian dari upaya westernizing sebagai pengganti dari turban yang lebih tradisional. Fez dihapuskan demi pakaian barat selama reformasi Ataturk tahun 1920an dan 30an karena dianggap melambangkan rezim tua dan oriental. Saat ini Feshane berfusngsi sebagai pusat budaya dan pameran yang menelenggarakan perayaan pada hari – hari lokat dan beberapa pameran seni sementara.

3.      Aynalıkavak Pavilion
Dimulai pada tahun 1613 oleh sultan Ottoman Ahmet I (r. 1603–1617, yang juga memiliki Masjid Biru di Kota Lama yang dibangun), dan direnovasi secara ekstensif oleh Selim III yang mencintai seni (r. 1789–1807), bangunan tunggal ini yang dengan sendirinya memiliki perbedaan sebagai satu-satunya struktur utuh yang kembali ke aturan Ahmet III (memerintah 1703-1730), di dalam taman yang indah dari kolam dan pohon cedar dan magnolia dewasa adalah satu-satunya bagian yang tersisa dari apa yang pernah menjadi kompleks istana terbesar keempat di Istanbul, memanjang sampai ke tepian Golden Hornbay (yang sekarang ditempati oleh bangunan terlantar dari galangan kapal yang tertutup, yang juga memblokir sebagian pemandangan ke arah pantai).
Menurut desas-desus lokal, namanya (yang dalam bahasa Turki berarti "cermin poplar") berasal dari cermin yang sekarang tidak ada yang dihadiahkan oleh Venesia ke istana yang mungkin "setinggi pohon poplar" (aynalar kavak). Interior yang sangat dekoratif dan berwarna-warni termasuk beberapa kamar perabot asli cocok untuk sultan, beberapa di antaranya ditutupi dengan nacre, dan dinding dihiasi dengan puisi Ottoman memuji istana dan Selim III. Lantai bawah adalah museum kecil yang didedikasikan untuk musik, yang memperlihatkan beberapa instrumen (biola, oud, dan kamancheh) dan piringan hitam milik Fatma Gevheri Sultana (1904–1980), cucu perempuan Abdülaziz I (r. 1861–1876).


4.      Miniaturk
Dibangun pada tahun 2001 dan merupakan taman miniatur pertama di Istanbul (taman miniatur terbesar di dunia dalam hal area model). Taman ini menjadi ikon berbagai budaya dan peradaban. Model bervariasi dari Hagia Sophia ke Galata Tower, dari Rumah Safranbolu ke Sumela Monastery di Trabzon, dari Qubbat As-Sakhrah ke reruntuhan Gunung Nemrut. Selain itu, beberapa karya yang belum bertahan hingga saat ini, seperti Kuil Artemis, Mausoleum Halicarnassus, dan Kastil Ajyad, diciptakan kembali. Semua bekas Kekaisaran Ottoman di satu tempat.

5.      Rahmi M. Koç Industrial Museum
Merupakan museum industri khas yang menampilkan evolusi mesin. Banyak barang yang terkait dengan transportasi termasuk kapal selam, mobil klasik, gerbong kereta api, feri Bosphorus yang tidak ada di tempat dan pesawat Douglas DC-3 juga rumah-rumah khas Istanbul streetscape dengan toko-tokonya dan semua bagaimana akan terlihat seperti di masa lalu.


6.      Santral İstanbul
Museum seni kontemporer yang terletak di gedung yang diubah dari pembangkit listrik lama (pabrik pertama di Istanbul dan Kekaisaran Ottoman). Bagian dari pabrik itu disimpan dalam kondisi asli hamper persis dan sekarang berfungsi sebagai “Museum Energi”




Golden Horn, atau Haliç dalam bahasa Turki, adalah berbentuk tanduk fyord sisi Eropa dari Istanbul. Ini adalah pelabuhan alami yang mana armada kapal Bizantium dan Ottoman berlabuh. Golden Horn modern, dikelilingi oleh taman dan jalan pejalan kaki dengan situs kuno di sekitarnya. Namanya berasal dari warna air ketika saat matahari terbenam yang bersinar dengan warna emas karena pantulan matahari.
Golden Horn adalah pelabuhan perdagangan tua dan sebuah area perumahan yang populer selama periode Byzantium. Pintu masuk dihalangi oleh pintu besar untuk menghentikan kapal-kapal yang tidak diinginkan untuk memasukkan. Selama periode Ottoman itu sebagian besar dihuni oleh imigran Yahudi dari Spanyol. Campuran Armenia, Yunani, gipsi, dan Turki tinggal di sepanjang pantainya tercermin di kota mosaik berwarna-warni etnis.
Di awal abad ke-16 Leonardo da Vinci diproyeksikan jembatan akan dibangun atas Golden Horn untuk sultan. Itu dimaksudkan untuk menjadi rentang tunggal 240 meter (787 kaki), lebar 8 meter (26 kaki), dan 24 meter (78 kaki) tinggi dari air, tetapi tidak pernah dibangun.
Pada paruh pertama abad ke-18 Golden Horn terkenal karena taman tulipnya dimana orang-orang kelas atas datang untuk menikmati dan baris dengan perahu mereka untuk sunset romantis. Banyak penyair menyebutnya sebagai "Sadabad" dalam puisi, atau "tempat kebahagiaan". Kemudian pabrik Rokok Cibali dibangun pada tahun 1880, diikuti oleh pabrik-pabrik lain, yang hari ini memiliki sebuah universitas swasta, dan Golden Horn Industrilized.
Dengan ledakan penduduk di tahun 1950 dan hukum yang tidak efektif pada bangunan, Golden Horn menjadi jelek, abu kota dan limbah industri dengan bau mengerikan. Tetapi di tahun 1980-an mulai ada pembersihan kota, membersihkan pabrik-pabrik dan membangun sistem pembuangan tepat di sekitar Golden Horn. Sekarang, pantainya hijau sekali lagi dengan Taman, Promenade, dan Taman Bermain. Masih ada banyak yang harus dilakukan tapi setidaknya sekarang orang tidak harus mengubah program mereka karena bau.
Fener dan Balat adalah lingkungan kota tua di Golden Horn, dengan rumah-rumah kayu tua tradisional, gereja-gereja Byzantium, dan beberapa rumah-rumah ibadat lama yang milik komunitas Yahudi pertama yang telah menetap di sini. Patriarki Ortodoks berada di sini juga.
Lingkungan Eyup menjelang akhir Golden Horn adalah situs penting bagi Muslim yang datang untuk mengunjungi dan berdoa untuk makam Eyub El Ensari, adalah seorang sahabat Nabi Muhammad S.A.W dan mati selama pengepungan Konstantinopel Arab di abad ke-7. Di sekitar masjid dan perbukitan yang ditutupi dengan cemetaries dari periode Ottoman. Pierre Loti Cafe di atas bukit yang menghadap kuil adalah tempat yang damai untuk menikmati pemandangan Golden Horn. Pierre Loti Cafe memiliki kopi Turki tradisional dan teh.
Sebelum ada jembatan atas Golden Horn pada abad ke-19, perahu kecil digunakan sebagai  transportasi antara kedua pantai. Jembatan Galata pertama, yang menghubungkan hari Karaköy Eminönü, dibangun pada tahun 1836, direnovasi pada tahun 1845, lalu renovasi lagi pada tahun 1912, dan yang terakhirnya pada tahun 1993. Lalu ada Jembatan Unkapani (juga disebut sebagai Atatürk) sebelum adanya jembatan Golden Horn untuk menangani arus lalu lintas antara Beyoglu dan Saraçhane. Yang ketiga adalah Golden Horn disebut jembatan Haliç dengan jalan raya yang di laluinya


Turki berbatasan dengan Laut Hitam di sebelah utara, Bulgaria di sebelah barat laut, Yunani dan Laut Aegea di sebelah barat, Georgia di timur laut, Armenia, Azerbaijan, dan Iran di sebelah timur; dan Irak dan Suriah di tenggara, dan Laut Mediterania di sebelah selatan. Laut Marmara yang merupakan bagian dari Turki digunakan untuk menandai batas wilayah Eropa dan Asia, sehingga Turki dikenal sebagai negara transkontinental. Turki mulai bermigrasi ke daerah yang dinamakan Turki pada abad ke-11.
Mulai abad ke-13, beylik-beylik Ottoman menyatukan Anatolia dan membentuk kekaisaran yang daerahnya merambah kebanyakan Eropa Tenggara, Asia Barat, dan Afrika Utara. Setelah Kekaisaran Utsmaniyah runtuh setelah kalah pada Perang Dunia I, sebagian wilayahnya diduduki oleh para Sekutu yang memenangi PD I. Mustafa Kemal Atatürk kemudian mengorganisasikan gerakan perlawanan melawan Sekutu. Pada tahun 1923, gerakan perlawanan ini berhasil mendirikan Republik Turki Modern dengan Atatürk menjabat sebagai presiden pertamanya.
Ibu kota turki adalah Ankara namun kota terbesar di negara ini adalah Istanbul. Disebabkan oleh lokasinya yang strategis di persilangan dua benua, budaya Turki merupakan campuran budaya Timur dan Barat yang unik yang sering diperkenalkan sebagai jembatan antara dua peradaban. Dengan adanya kawasan yang kuat dari Adriatik ke Tiongkok dalam jalur darat di antara Rusia dan India, Turki telah memperoleh kepentingan strategis yang bertambah pesat.

Golden Horn Bay  di Istanbul terletak di bagian Eropa, membaginya ke bagian selatan dan utara. Golden Horn Bay mengalir ke tempat di mana ia bergabung dengan Laut Marmara. Golden Horn adalah salah satu pelabuhan alam yang paling indah di dunia. Panjang selat itu lebih dari 12 kilometer, lebarnya bervariasi dari 90 sampai 700 meter di tempat yang berbeda. Kedalaman Golden Horn Bay sekitar 47 meter. Dari barat ke sanamengalir ke 2 sungai:

Sementara armada Byzantine memerintahkan penyempitan Hellespont dan Bosporus, serangan dari kuartal ini tidak perlu ditakuti. Ketika kekaisaran mengalami kemunduran, kaisar Bizantium tidak dapat lagi mempertahankan armada yang efektif dan secara bertahap harus bergantung pada perlindungan angkatan laut yang ramah. Ketika armada Byzantine layu, Konstantinopel diserang dari laut.
Tugasnya tak butuh waktu lama untuk menunggu. Perang Salib pertama adalah pernikahan yang menyenangkan bagi dunia Kristen, terbagi antara gereja-gereja timur dan barat yang bersaing. Selama Perang Salib Keempat, permusuhan ini pecah menjadi perang terbuka, ketika orang-orang Latin mencoba menggunakan salah satu pertengkaran dinasti Byzantium. Pemulihan mereka akan berumur pendek. Tidak berharap bahwa kerja sama Bizantium untuk kampanye di Tanah Suci dari kaisar baru yang menantang dan dengan sedikit kesempatan untuk sukses tanpanya, Tentara Salib memutuskan sekali lagi untuk menerima Konstantinopel.
  • Ali Bey-su
  • dan Kihat-khan-su.
Teluk memiliki posisi yang sangat menguntungkan: dilindungi secara harfiah dari semua sisi oleh badai yang merusak dan dari sisi barat laut terbatas pada semenanjung Shkota. Bagian dari pantai memiliki permukaan berbukit, bagian lain - landai. Begitu banyak bank memberi penduduk kaya panen Byzantium, dan di perairan teluk itu penuh dengan ikan. Kini ekologi daerah baru saja pulih. Cuaca di teluk sangat berubah. Di musim panas, angin bertiup dari selatan dan tenggara, seringkali hujan deras. Di pagi hari itu berkabut. Di musim gugur, angin bertiup dari barat laut, tapi cuacanya sebagian besar jernih dan kering. Tepi teluk semua diperkuat. Dimanapun dermaga dan dermaga:
merika Latin dengan keunggulan angkatan laut yang menentukan, berkat dukungan finansial dan armada yang kuat yang disediakan oleh Venesia, memutuskan untuk melakukan upaya serius di dinding laut. Untuk membuat platform penyerangan, mereka membangun menara pengepungan di kapal mereka, yang spars panjangnya dipalsukan sebagai semacam jembatan gantung. Saat kapal mendekati tembok atau menara, yang harus diserang, jembatan diturunkan, dan para ksatria tergelincir. Tugas memimpin serangan semacam itu pasti merupakan tugas yang sulit.
  • Ivansaray,
  • Haskoy,
  • Syutlyudzha dan lainnya.

Jembatan di seberang teluk

Melalui teluk tanduk emas dilemparkan 5 jembatan:
  • jembatan Ataturk,
  • Jembatan Galata,
  • jembatan Halich,
  • Jembatan Galata tua, yang telah ditutup,
  • dan jembatan metro baru "Golden Horn".

Itu dibangun di atas lokasi jembatan kuno Kebajikan, yang masih disebut Yahudi. Menurutnya, siapapun bisa mendapatkan dari satu bagian Istanbul ke tempat lain secara gratis. Jembatan modern tidak bisa dilewati secara gratis. Dari semua yang lewat, harga tetap dibebankan, yang masuk ke penataan kota. Jembatan Ataturk adalah jembatan pengangkut, yang terbesar keempat di Eropa. Terletak di dan.
Ksatria itu, yang bergantung pada keseimbangan, bergerak di atas panggung sempit yang tinggi di atas kapal yang berlabuh, lalu naik di atas tembok pembatas, sambil menghindari panah, luka dan dorongan para pembela, berada di bawah rahmat keadaannya. Ketika usaha pertama mereka gagal, orang-orang Latin meluncurkan serangan kedua dengan dua kapal yang diikat. Ini memberikan platform yang lebih stabil dan kemungkinan menyerang menara dengan dua poin. Saksi, Robert de Clary, menggambarkan bagaimana para penyerangnya bercokol: Venesia, yang pertama kali memasuki menara, berada di salah satu jembatan liontin ini dengan dua kesatria, dan dari sana, dengan bantuan tangan dan kakinya, dia dapat menembus ke tingkat di mana akses ke jembatan


Jembatan Galata di seberang teluk terdiri dari dua lantai. Lantai bawah adalah area berjalan yang nyaman, di bagian tengahnya terdapat banyak restoran dan bar ikan. Di lantai atas - jalan setapak yang dirancang untuk trem dan mobil. Di bagian tengah, Jembatan Galata adalah jembatan gantung, yang dibuat khusus untuk kenyamanan perjalanan kapal besar. Di sebelahnya adalah Masjid Baru. Pernah ada jembatan pejalan kaki dan Old Galata, yang dibangun oleh perusahaan Jerman "MAN", namun setelah api ia berhenti bertindak dan dipindahkan ke hulu.
Di sana ditebang; Di situlah André d'Urbouas datang dengan cara yang sama saat sebuah kapal, dilemparkan oleh arus, menyentuh menara untuk kedua kalinya. Saksi lain, Henri de Villehardwin, ketika Tentara Salib melakukan penetrasi kritis ke dalam pertahanan, menggambarkan bagaimana mereka menggunakan keberhasilan mereka: Ketika para ksatria melihatnya, yang diangkut mereka mendarat, angkat tangga ke dinding dan bersandar ke puncak tembok dengan bantuan kekuatan utama, dan naiklah keempat menara itu. Dan semua orang mulai melompat keluar dari kapal dan kapal terbang dan galeri, kertak, yang masing-masing dapat; dan mereka masuk dalam tiga gerbang dan masuk; dan mereka menarik kuda keluar dari kapal pengangkut; dan para ksatria duduk dan langsung menuju kediaman Kaisar Murtzuflos.
Metromost
Yang menarik adalah jembatan metro "Golden Horn". Ini adalah jembatan terbaru di Golden Horn. Buka pada tahun 2014. Jembatan dengan kabel tinggi ini (suspensi) ditempatkan di bawah jalur metro. Panjangnya 926 m. Jembatan menghubungkan pusat transportasi Yenikapi dan stasiun kereta bawah tanah Istanbul "Hadzhiosman".

Pantai Golden Horn Bay - daerah dan atraksi


Sekarang di tepi teluk salah satu tempat paling kuno  Istanbul:
Perang Salib keempat, yang tidak pernah mendekati Tanah Suci, menghancurkan benteng dunia Kristen di timur. Meskipun pengkhianatan dan akal dapat mengatasi benteng-benteng abad pertengahan terkuat, itu adalah sebuah meriam yang akan membuat mereka usang. Sebuah perang sepanjang abad menyaksikan kemunculan senjata ini sebagai senjata perang yang menentukan di darat. Orang Turki Utsmani, muncul pada akhir abad ke-14 sebagai tugas besar berikutnya untuk Bizantium, berada di garis depan teknologi awal ini. Pada saat itu, Kekaisaran Ottoman telah menelan sebagian besar wilayah Bizantium dan menyelimuti ibukotanya saat menyebar dari Asia Kecil ke Balkan.
Di bagian tengah teluk, di mana tempat tinggal Fener dan Balat berada, ada banyak bangunan kuno, gereja, sinagoge, yang dibangun di Bizantium dan kemudian masa Ottoman.

Salah satu pemandangan terpenting teluk adalah bangunan terindah dari orang-orang Osmanian. Itu dibangun di perbatasan Selat Bosphorus dan Golden Horn Bay. Topkapi - kompleks kediaman Sultan yang besar, menempati wilayah seluas lebih dari 700.000 meter persegi. m.
Dengan menggabungkan teknologi ini dengan energi dan visi yang luar biasa, Mehmet akan melangkah lebih jauh daripada yang lain dalam mencari solusi taktis untuk mengatasi hambatan hebat yang masih merupakan pertahanan Konstantinopel. Meskipun demikian, itu adalah artileri, yang membuatnya menjadi ancaman kuat, terutama generasi baru artileri pengepungan besar-besaran, yang dikembangkan oleh pembuat senjata Hungaria bernama Urban.
Meninggalkan gaji dan sumber uang yang minim dari keluarga Byzantium, Urband menemukan di Mehmet sebagai sponsor panas, yang memaksanya bekerja, melemparkan meriam kaliber besar untuk menembus tembok kota. Orang Hungaria dengan antusiasme yang sama melanjutkan pekerjaannya, menjanjikan kepada Sultan bahwa "sebuah batu yang dilepaskan dari senapan saya akan mengurangi debu tidak hanya dari dinding-dinding ini, tapi bahkan dinding Babel." Senapan yang dihasilkan adalah titanic, membutuhkan 60 ekor sapi dan 200 tentara untuk menariknya melalui Thrace dari pengecoran di Adrianople. Ketika diuji, penulis sejarah Turki menulis bahwa sebuah peringatan dikirim ke kamp Kekaisaran Ottoman agar wanita hamil tidak menghentikan kejutan tersebut.
Di distrik Beyoglu ada peninggalan sejarah lain yang patut dilihat, peninggalan 60 meter yang merupakan simbol Istanbul. Sebutkan struktur kuno ini ditemukan dalam dokumen arsip abad ke 5 Masehi. Dari dek observasinya, yang terletak tinggi di atas tanah, menawarkan panorama Selat Bosphorus yang menakjubkan dan Golden Horn sendiri.

Hiasan lain dari tepian teluk - yang besar, memukau indah dan megah, dibangun pada masa kejayaan Kekaisaran Ottoman. Perintah untuk membangun struktur megah ini tidak lain dari Sultan Suleiman yang Magnificent sendiri.
Pada kuartal Eminönü berdiri satu penciptaan yang menakjubkan dari arsitek Ottoman yang terampil. Ini adalah salah satu masjid terbesar di Istanbul dan, mungkin, konstruksi jangka panjang "terpanjang": Masjid baru dibangun selama 66 tahun! Hari ini adalah kuil Muslim yang paling banyak dikunjungi di kota ini.
Di pantai Golden Horn Bay ada banyak pemandangan yang berbeda, berbeda penting, tapi semua tidak terlalu menarik. Hal ini diperlukan untuk melihat:
  • dan di Gereja Our Lady of Vlaherna,
  • Miniaturek
  • dan Istana Tekfur.
Dan untuk sepenuhnya mengalami keindahan Golden Horn Bay, mengunjungi keajaiban ini harus dikombinasikan dengan perjalanan dengan kapal motor.




Selasa, 29 Mei 2018

FASILITAS KAWASAN DAN AKTIVITAS LAINNYA YANG ADA DI SEKITAR GOLDEN HORN BAY, ISTANBUL, TURKI.






Kira-kira 7 ribu tahun yang lalu, perairan sungai Alibey dan Kaghitkhan, yang masih mengalir ke bagian utara golden horn bay (tanduk emas), bergabung dengan air Bosphorus  dan membentuk sebuah pelabuhan alam. Selama berabad-abad Tanduk emas  dikenal sebagai salah satu pelabuhan alam terbaik di dunia. Untuk waktu yang lama, tetap menjadi basis basis armada militer dan pedagang, pertama Bizantium dan kemudian Kekaisaran Ottoman.

Perairan teluk ini, yang memang berbentuk menyerupai tanduk, berlimpah-limpah pada ikan, dan tanah subur di sepanjang tepian menghasilkan panen yang berlimpah. Teluk itu sering dibandingkan dengan tumpah ruah, dan diyakini bahwa teluk itu sendiri disebut Vizant yang di lakukan untuk menghormati ibunya, Kerodesy.

Lalu ada legenda yang sangat menarik bahwa ada yang mengatakan bahwa perairan teluk di bawah sinar matahari bersinar dengan emas asli. Tanduk emas, yang berasal dari Ottoman Khalich-i Dersaadet (Hali -i Dersaadet - teluk gerbang kebahagiaan). Di bagian atas Tanduk emas  Ada dua pulau kecil, yang oleh Bizantium disebut Cosmidion, dan Ottoman - Bahariye (Bahariye). Panjang teluknya sekitar 12 km, dengan lebar rata-rata 100 m dan kedalaman 47 m.

Sepanjang teluk itu dilalui oleh kapal laut yang berlalu lalang menjadi fasilitas utama di golden horn bay. Banyak turis yang menggunakan fasilitas itu untuk menikmati teluk yang membelah bagian eropa dan asia yang memiliki pemandangan sangat indah dan tak terlupakan. Ada juga beberapa nelayan yang mencari sumber daya dari teluk tersebut berupa hasil laut. Sehingga golden horn bay juga menjadi tempat berlabuhnya kapal-kapal laut. Untuk menyebrangi teluk tersebut melewati jalur darat dapat menggunakan jembatan Bosphorus, terlihat masyarakat banyak menggunakan mobil pribadi, bus, dan sepeda motor untuk mempersingkat waktu.

Sabtu, 01 Juli 2017

RANGKUMAN PKN BAB IV

POLITIK DAN STRATEGI NASIONAL


PENGERTIAN POLITIK STRATEGI DAN POLSTRANAS.
a.       Dalam arti kepentingan umum (politics).
Politik dalam arti kepentingan umum atau segala usaha untuk kepentingan umum, baik yang berada dibawah kekuasaan negara di pusat maupun di daerah, lazim disebut politik (politics) yang artinya adalah suatu rangkaian asas/ prinsip, keadaan serta jalan, cara dan alat yang akan digunakan untuk mencapai tujuan tertentu atau suatu keadaan yang kita kehendaki disertai dengan jalan, cara dan alat yang akan kita gunakan untuk mencapai keadaan yang kita inginkan.
b.      Dalam arti kebijaksanaan (policy).
Politik adalah penggunaan pertimbangan-pertimbangan tertentu yang yang dianggap lebih menjamin terlaksananya suatu usaha, cita-cita/keinginan atau keadaan yang kita kehendaki. Dalam arti kebijaksanaan, titik beratnya adalah adanya:
-          proses pertimbangan
-          menjamin terlaksananya suatu usaha
-          pencapaian cita-cita/keinginan
Jadi politik adalah tindakan dari suatu kelompok individu mengenai suatu masalah dari masyarakat atau negara.
Dengan demikian, politik membicarakan hal-hal yang berkaitan dengan:
a.       Negara.
Adalah suatu organisasi dalam satu wilayah yang memiliki kekuasaan tertinggi yang ditaati oleh rakyatnya.
b.      Kekuasaan.
Adalah kemampuan seseorang atau kelompok untuk mempengaruhi tingkah laku orang atau kelompok lain sesuai dengan keinginannya.
c.       Pengambilan keputusan.
Politik adalah pengambilan keputusan melaui sarana umum, keputusan yang diambil menyangkut sektor publik dari suatu negara.
d.      Pengambilan keputusan.
Politik adalah pengambilan keputusan melaui sarana umum, keputusan yang diambil menyangkut sektor publik dari suatu negara.

DASAR PEMIKIRAN PENYUSUNAN POLITIK DAN STRATEGI NASIONAL.
Penyusunan politik dan strategi nasional perlu memahami pokok­pokok pikiran yang terkandung dalam sistem manajemen nasional yang berdasarkan ideologi Pancasila, UUD 1945, Wawasan Nusantara dan Ketahanan Nasional. Landasan pemikiran dalam manajemen nasional sangat penting sebagai kerangka acuan dalam penyususan politik strategi nasional.

PENYUSUNAN POLITIK DAN STRATEGI NASIONAL.
Politik strategi nasional yang telah berlangsung selama ini disusun berdasarkan sistem kenegaraan menurut UUD 1945. Sejak tahun 1985 berkembang pendapat yang mengatakan bahwa pemerintah dan lembaga-lembaga negara yang diatur dalam UUD 1945 merupakan suprastruktur politik, lembaga-lembaga tersebut adalah MPR, DPR, Presiden, BPK, dan MA.
Mekanisme penyusunan politik strategi nasional di tingkat suprastruktur politik diatur oleh Presiden, dalam hal ini Presiden bukan lagi sebagai mandataris MPR sejak pemilihan Presiden secara Iangsung oleh rakyat pada tahun 2004. Karena Presiden dipilih Iangsung oleh rakyat maka dalam menjalankan pemerintahan berpegang pada visi dan misi Presiden yang disampaikan pada waktu sidang MPR setelah pelantikan dan pengambilan sumpah dan janji Presiden/Wakil Presiden.

STRATIFIKASI POLITIK NASIONAL.
Stratifikasi politik nasional dalam negara Republik Indonesia adalah sebagai berikut :
1.       Tingkat penentu kebijakan puncak.
a.       Meliputi kebijakan tertinggi yang menyeluruh secara nasional dan mencakup penentuan undang-undang dasar.
b.      Dalam hal dan keadaan yang menyangkut kekuasaan kepala negara seperti tercantum pada pasal 10 sampai 15 UUD 1945, tingkat penentu kebijakan puncak termasuk kewenangan Presiden sebagai kepala negara.
2.       Tingkat kebijakan umum.
Merupakan tingkat kebijakan di bawah tingkat kebijakan puncak, yang Iingkupnya menyeluruh nasional dan berisi mengenai masalah-masalah makro strategi guna mencapai idaman nasional dalam situasi dan kondisi tertentu.
3.       Tingkat penentu kebijakan khusus.
Merupakan kebijakan terhadap suatu bidang utama pemerintah. Kebijakan ini adalah penjabaran kebijakan umum guna merumuskan strategi, administrasi, sistem dan prosedur dalam bidang tersebut. Wewenang kebijakan khusus ini berada di tangan menteri berdasarkan kebijakan tingkat di atasnya.
4.       Tingkat penentu kebijakan teknis.
Kebijakan teknis meliputi kebijakan dalam satu sektor dari bidang utama dalam bentuk prosedur serta teknik untuk mengimplementasikan rencana, program dan kegiatan.
5.       Tingkat penentu kebijakan di daerah.
Wewenang penentuan pelaksanaan kebijakan pemerintah pusat di daerah terletak pada Gubernur dalam kedudukannya sebagai wakil pemerintah pusat di daerahnya masing-masing.
Kepala daerah berwenang mengeluarkan kebijakan pemerintah daerah dengan persetujuan DPRD. Kebijakan tersebut berbentuk Peraturan Daerah (Perda) tingkat I atau II.

POLITIK PEMBANGUNAN NASIONAL DAN MANAJEMEN NASIONAL.
1.       Makna pembangunan nasional.
Pembangunan nasional merupakan usaha yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas manusia dan masyarakat Indonesia secara berkelanjutan dengan memanfaatkan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi serta memperhatikan tantangan perkembangan global. Tujuan pembangunan nasional itu sendiri adalah sebagai usaha untuk meningkatkan kesejahteraan seluruh bangsa Indonesia.
2.       Manajemen nasional.
Manajemen nasional pada dasarnya merupakan suatu sistem sehingga lebih tepat jika kita menggunakan istilah sistem manajemen nasional. Layaknya sebuah sistem, pembahasannya bersifat komprehensif, strategis dan integral. Orientasinya adalah pada penemuan dan pengenalan (identifikasi) faktor-faktor strateg is secara menyeluruh dan terpadu.
Secara sederhana unsur-unsur utama sistem manajemen nasional dalam bidang ketatanegaraan meliputi :
a.       Negara.
b.      Bangsa Indonesia.
c.       Pemerintah.
d.      Masyarakat.
e.      Agama.

OTONOMI DAERAH.
Dalam UU No. 32 Tahun 2004, digunakan prinsip otonomi seluas­luasnya, di mana daerah diberi kewenangan mengurus dan mengatur semua urusan pemerintahan kecuali urusan pemerintah pusat yakni :
a.       politik luar negeri.
b.      pertahanan dan keamanan.
c.       Moneter/fiscal.
d.      peradilan (yustisi).

Kedudukan dan Peranan Perempuan.
1.       Meningkatkan kedudukan dan peranan perempuan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara melalui kebijakan nasional yang diemban oleh lembaga yang mampu memperjuangkan terwujudnya kesetaraan keadilan gender.
2.       Meningkatkan kualitas peran dan kemandirian organisasi perempuan dengan tetap mempertahankan nilai persatuan dan kesatuan serta nilai historis perjuangan kaum perempuan, dalam rangka melanjutkan usaha pemberdayaan perempuan serta kesejahteraan keluarga dan masyarakat.

Pemuda dan Olahraga.
1.       Menumbuhkan budaya olahraga guna meningkatkan kualitas manusia Indonesia sehingga memiliki tingkat kesehatan dan kebugaran yang cukup, yang harus dimulai sejak usia dini melalui pendidikan olah raga di sekolah dan masyarakat.
2.       Meningkatkan usaha pembibitan dan pembinaan olahraga prestasi harus dilakukan secara sistematis dan komprehensif melalui lembaga-lembaga pendidikan sebagai pusat pembinaan di bawah koordinasi masing-masing organisasi olahraga termasuk organisasi penyandang cacat bersama­sama dengan masyarakat demi tercapainya sasaran yang membanggakan di tingkat internasional.
3.       Mengembangkan iklim yang kondusif bagi generasi muda dalam mengaktualisasikan segenap potensi, bakat, dan minat dengan memberikan kesempatan dan kebebasan mengorganisasikan dirinya secara bebas dan merdeka sebagai wahana pendewasaan untuk menjadi pemimpin bangsa yang beriman dan bertakwa, berakhlak mulia, patriotis, demokratis, mandiri dan tanggap terhadap aspirasi rakyat.
4.       Mengembangkan minat dan semangat kewirausahaan di kalangan generasi yang berdaya saing, unggul dan mandiri.
5.       Melindungi segenap generasi muda dari bahaya destruktif terutama bahaya penyalahgunaan narkotika, obat-obat terlarang dan zat adiktif Iainnya (narkoba) melalui gerakan pemberantasan dan peningkatan kesadaran masyarakat akan bahaya penyalahgunaan narkoba.

Pembangunan Daerah.
1.       Secara umum Pembangunan Daerah.
2.       Secara khusus pengembangan otonomi daerah di dalam wadah negara Kesatuan Republik Indonedia, adalah untuk menyesuaikan secara adil dan menyeluruh permasalahan di daerah yang memerlukan penanganan secara khusus dan bersungguh-sungguh.

SumberDayaAlam dan Lingkungan Hidup.
1.       Mengelola sumber daya alam dan memelihara daya dukungnya agar bermanfaat bagi peningkatan kesejahteraan rakyatdari generasi kegenerasi.
2.       Meningkatkan pemanfaatan potensi sumber daya alam dan Lingkungan hidup dengan melakukan konservasi, rehabilitasi, dan penghematan penggunaan, dengan menerapkan teknologi ramah Lingkungan.
3.       Mendelegasikan secara bertahap wewenang pemerintah pusat kepada pemerintah daerah dalam pelaksanaan pengelolaan sumber daya alam secara selektif dan pemeliharaan Lingkungan sehingga kualitas ekosistem tetap terjaga, yang diatur dengan undang-undang.
4.       Mendayagunakan sumber daya alam untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat dengan memperhatikan kelestarian fungsi dan keseimbangan lingkungan hidup, pembangunan yang berkelanjutan, kepentingan ekonomi dan budaya masyarakat lokal, serta penataan ruang, yang pengusahaannya diatur dengan undang-undang.
5.       Menerapkan indikator-indikator yang memungkinkan pelestarian kemampuan pembaharuan dalam pengelolaan sumber daya alam yang dapat diperbaharui untuk mencegah kerusakan yang tidak dapat balik.

Implementasi di bidang pertahanan dan keamanan.
1.       Menata Tentara Nasional Indonesia sesuai paradigma baru secara konsisten melalui reposisi, redefinisi, dan reaktualisasi peran Tentara Nasional Indonesia sebagai alat negara untuk melindungi, memelihara dan mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia terhadap ancaman dari Iuar dan dalam negeri, dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia dan memberikan darma baktinya dalam membantu menyelenggarakan pembangunan.
2.       Mengembangkan kemampuan sistem pertahanan keamanan rakyat semesta yang bertumpu pada kekuatan rakyat dengan Tentara Nasional Indonesia, Kepolisian Negara Repuiblik Indonesia sebagai kekuatan utama didukung komponen lainnya dari kekuatan pertahanan dan keamanan negara dengan meningkatkan kesadaran bela negara melalui wajib Iatih dan membangun kondisi juang, serta mewujudkan kebersamaan Tentara Nasional Indonesia, Kepolisian Negara Republik Indonesia dan rakyat.
3.       Meningkatkan kualitas keprofesionalan Tentara Nasional Indonesia, meningkatkan rasio kekuatan komponen utama serta mengembangkan kekuatan pertahanan keamanan negara ke wilayah yang didukung dengan sarana, prasarana, dan anggaran yang memadai.
4.       Memperluas dan meningkatkan kualitas kerja sama bilateral bidang pertahanan dan keamanan dalam rangka memelihara stabilitas keamanan regional dan turut serta berpartisipasi dalam upaya pemeliharaan perdamaian dunia.
5.       Menuntaskan upaya memandirikan Kepolisian Negara Republik Indonesia dalam rangka pemisahan dari Tentara Nasional Indonesia secara bertahap dan berlanjut dengan meningkatkan keprofesionalannya, sebagai alat negara penegak hukum, pangayom dan pelindung masyarakat selaras dengan perluasan otonomi daerah.

Implementasi politik strategi nasional di bidang ekonomi :
1.       Mengoptimalkan peranan pemerintah dalam mengoreksi ketidaksempurnaan pasar
2.       Mengupayakan kehidupan yang layak berdasarkan atas kemanusiaan yang adil bagi masyarakat
3.       Mengembangkan perekonomian yang berorientasi global sesuai kemajuan teknologi dengan membangun keunggulan disetiap daerah
4.       Mengelola kebijakan makro dan mikro ekonomi secara terkoordinasi dan sinergis guna menentukan tingkat suku bunga wajar



CONTOH KASUS

Strategi nasional di bidang ekonomi.

seringkali terjadi kenaikan harga di pasaran di karenakan ketidakstabilan pada komuditi tertentu atau adanya oknum yang memanfaatkan kelangkaan atau permintaan yang tinggi akan suatu barang dengan menahan atau menimbun barang tersebut agar barang tersebut mencapai tingkat harga yang maksimal baru mereka melepas barang tersebut kepasaran untuk dijual, atau juga adanya faktor alam yang membuat suatu komuditi menjadi langka. Pemerintah dan para pihak yang terkait seharusnya sudah peka dan bertindak cepat ketika terjadinya kenaikan harga di pasaran dengan mengusut para penimbun atau mengimpor dari luar untuk menjaga kestabilan harga di pasaran. Pemerintah juga harusnya lebih memperhatikan potensi di suatu daerah tentang apa barang atau komoditi yang mereka hasilkan dan di anggap unggul dengan memberi modal dan memaksimalkan produksi dan kualitasnya agar tidak hanya dapat di jual ke pasar dalam negeri saja tetapi juga bisa masuk pasar global.



Senin, 08 Mei 2017

RANGKUMAN PKN BAB III

KETAHANAN NASIONAL


A.      PENGERTIAN

 Ketahanan nasional adalah kondisi dinamis suatu bangsa, meliputi seluruh aspek kehidupannasional yang terintegrasi, berisi keuletan, dan ketangguhan serta mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional dalam menghadapi segala tantangan, ancaman, hambatan, serta gangguan dari luar maupun dari dalam, langsung maupun tidak langsung membahayakan integrasi, identitas, kelangsungan hidupbangsa dan negara , serta perjuangan mengejar tujuan nasionalnya.


B.      Asas Ketahanan Nasional
     
                Asas Ketahanan Indonesia adalah taat laku berdasarkan nilai-nilai Pancasila, UUD 1945,                     dan Wawasan Nusantara, yang terdiri dari :
1.       Asas Kesejahteraan dan Keamanan
 Kesejahteraan dan kemakmuran dapat dibedakan tetapi tidak dapat dipisahkan dan merupakan kebutuhan manusia yang mendasar dan esensial. Dengan demikian, kesejahteraan dan keamanan merupakan asa dalam sistem kehidupan nasional. Dalam kehidupan nasional, tingkat kesejahteraan dan keamanan nasional yang dicapai merupakan tolok ukur Ketahanan Nasional
2.       Asas Komprehensif Integral atau Menyeluruh Terpadu
Sistem kehidupan nasional mencakup segenap aspek kehidupan bangsa dalam bentuk perwujudan persatuan dan perpaduan yang seimbang, serasi dan selaras pada seluruh aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. 
3.       Asas Mawas ke Dalam da Mawas ke Luar
Sistem kehidupan nasional merupakan perpaduan segenap aspek kehidupan bangsa yang saling berinteraksi. Di samping itu, sistem kehidupan nasional juga berinteraksi dengan linkungan sekelilingnya. Dalam proses interaksi tersebut dapat timbul berbagai dampak baik yang bersifat positif maupun negatif. Untuk itu diperlukan sikap mawas ke dalam maupun keluar.
Ø  Mawas ke Dalam
Mawas ke dalam bertujuan menumbuhkan hakikat, sifat, dan kondisi kehidupan nasional itu sendiri berdasarkan nilai-nilai kemadirian yang proporsional untuk meningkatkan kualitas derajat kemandirian bangsa yang ulet dan tangguh.
Ø  Mawas ke Luar
Mawas Ke luar bertujuan untuk dapat mengantisipasi dan berperan serta mengatasi dampak lingkungan stategis luar negeri dan menerima kenyataan adanya interaksi dan ketergantungan dengan dunia internasional.
4.       Asas Kekeluargaan
Asas kekeluargaan mengandung keadilan, kearifan kebersamaan, kesamaan, gotong royong, tenggang rasa dan tanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Perbedaan tersebut harus dikembangkan secara serasi dalam hubungan kemitraan agar tidak berkembangkan menjadi konflik yang bersifat saling menghancurkan.


C.      Sifat Ketahanan Nasional

1.        Mandiri
Ketahanan Nasional percaya pada kemampuan dan kekuatan sendiri serta pada keuletan dan ketangguhan, yang mengandung prinsip tidak mudah menyerah, dengan tumpuan pada identitas, integritas dan kepribadian bangsa. 
2.       Dinamis
Ketahanan Nasional tidaklah tetap. Ia dapat meningkat atau menurun, tergantung pada situasi dan kondisi bangsa, Negara serta lingkungan strategisnya. Hal ini sesuai dengan hakikat bahwa segala seSuatu di dunia ini senantiasa berubah dan perubahan itu senantiasa berubah pula.
3.       Wibawa
Keberhasilan pembinaan Ketahanan Nasional Indonesia secara lanjut dan berkesinambungan akan meningkatkan kemampuan dan keseimbangan akan meningkatkan kemampuan dan kekuatan bangsa. Makin tinggi tingkat Ketahanan Nasional Indonesia makin tinggi pula nilai kewibawaan dan tingkat daya tangkal yang dimiliki oleh bangsa dan negara Indonesia.
4.       Kedudukan dan Fungsi Ketahanan Nasional
Kedudukan dan fungsi ketahanan nasional dapat dijelaskan sebagai berikut :
Ø  Kedudukan
Ketahanan nasional merupakan suatu ajaran yang diyakini kebenarannya oleh seluruh bangsa Indonesia serta merupakan cara terbaik yang perlu di implementasikan secara berlanjut dalam rangka membina kondisi kehidupan nasional yang ingin diwujudkan, wawasan nusantara dan ketahanan nasional berkedudukan sebagai landasan konseptual, yang didasari oleh Pancasil sebagai landasan ideal dan UUD sebagai landasan konstisional dalam paradigma pembangunan nasional.
Ø  Fungsi
Ketahanan nasional nasional dalam fungsinya sebagai doktrin dasar nasional perlu dipahami untuk menjamin tetap terjadinya pola pikir, pola sikap, pola tindak dan pola kerja dalam menyatukan langkah bangsa yang bersifat inter – regional (wilayah), inter – sektoral maupun multi disiplin. Konsep doktriner ini perlu supaya tidak ada cara berfikir yang terkotak-kotak (sektoral). Pada hakikatnya merupakan arah dan pedoman dalam pelaksanaan pembangunman nasional disegala bidang dan sektor pembangunan secara terpadu, yang dilaksanakan sesuai dengan rancangan program.
5.       Ketahanan Nasional dan Konsepsi Ketahanan Nasional
Ketahanan nasional adalah kondisi dinamis suatu bangsa yang meliputi segenap kehidupan nasional yang terintegrasi, berisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional dalam menghadapi dan mengatasi segala tantangan, ancaman, hambatan dan gangguan, baik yang datang dari dalam maupun dari luar. Tujuan nasional dapat dijelaskan seperti dibawah ini:
Ø  Ketangguhan
Kekuatan yang menyebabkan seseorang atau sesuatu dapat bertahan, kuat menderita atau dapat menanggulangi beban yang dipikulnya.
Ø  Keuletan
Usaha secara giat dengan kemampuan yang keras dalam menggunakan kemampuan tersebut diatas untuk mencapai tujuan.
Ø  Identitas
Ciri khas suatu bangsa atau negara dilihat secara keseluruhan. Negara dilihat dalam pengertian sebagai suatu organisasi masyarakat yang dibatasi oleh wilayah dengan penduduk, sejarah, pemerintahan, dan tujuan nasional serta dengan peran internasionalnya.
Ø  Integritas
Kesatuan menyeluruh dalam kehidupan nasional suatu bangsa baik unsur sosial maupun alamiah, baik bersifat potensional maupun fungsional.
Ø  Ancaman
Bersifat mengubah atau merombak kebijaksanaan dan usaha ini dilakukan secara konseptual, kriminal dan politis.
Ø  Hambatan dan gangguan
Usaha yang berasal dari luar dan dari diri sendiri yang bersifat dan bertujuan melemahkan atau menghalangi secara tidak konsepsional.


D.      Konsepsi Ketahanan Nasional

Konsepsi pengembangan kekuatan nasional melalui pengaturan dan penyelenggaraan kesejahteraan dan keamanan yang seimbang, serasi dan selaras dalam seluruh aspek kehidupan secara utuh dan terpadu berlandaskan Pancasila dan UUD 1945 dan wawasan nusantara dengan kata lain konsepsi ketahanan nasional merupakan pedoman untuk meningkatkan keuletan dan ketangguhan bangsa yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional dengan pendekatan kesejahteraan dan keamanan. 
1.       Aspek Ekonomi
Ketahanan Ekonomi diartikan sebagai kondisi dinamis kehidupan perekonomian bangsa yang berisi keuletan dan ketangguhan kekuatan nasional dalam menghadapi serta mengatasi segala tantangan, ancaman, hambatan dan gangguan yang segara dari luar maupun dari dalam secara langsung maupun tidak langsung. 
2.       Aspek Sosial Budaya
Ketahanan sosial budaya diartikan sebagai kondisi dinamis budaya Indonesia yang berisi keuletan dan ketangguhan kekuatan nasional dalam menghadapi serta mengatasi segala tantangan, ancaman, hambatan dan gangguan yang datang dari luar maupun dari dalam secara langsung maupun tidak langsung membahayakan kelangsungan kehidupan sosial budaya.
3.       Aspek Pertahanan dan Keamanan
Ketahanan pertahanan dan keamanan diartikan sebagai kondisi dinamis kehidupan pertahanan dan keamanan bangsa Indonesia mengandung keuletan, ketangguhan, dan kemampuan dalam mengembangkan, menghadapi dan mengatasi segala tantangan dan hambatan yang datang dari luar maupun dari dalam yang secara langsung maupun tidak langsung membahayakan identitas, integritas, dan kelangsungan hidup bangsa.
4.       Aspek Politik
 Ketahanan pada aspek politik diartikan sebagai kondisi dinamis kehidupan politik bangsa Indonesia yang berisi keuletan dan ketangguhan kekuatan nasional dalam menghadapi serta mengatasi segala tantangan, ancaman, hambatan dan gangguan yang datang dari luar maupun dari dalam secara langsung maupun tidak langsung.
5.       Aspek Ideologi
Dapat diartikan sebagai kondisi dinamis kehidupan ideologi bangsa Indonesia. Ketahanan ini diartikan mengandung keuletan dan ketangguhan kekuatan nasional dalam menghadapi serta mengatasi segala tantangan, ancaman, hambatan dan gangguan.
6.       Aspek Ekonomi
Ø  Sistem ekonomi Indonesia diarahkan untuk dapat mewujudkan kemakmuran dan kesejahteraan yang adil            dan merata di seluruh wilayah Nusantara melalui eknomi kerakyatan
Ø  Ekonomi kerakyatan harus menghindari sistem free fight liberalism, etatisme, dan monopoli ekonomi
Ø  Pembangunan ekonomi merupakan usaha bersama atas asas kekeluargaan
Ø  Pemerataan pembangunan dan pemanfaatan hasilnya dengan memperhatikan keseimbangan dan                      keserasian pembangunan antarwilayah dan antar sektor.
7.       Aspek Pertahanan dan Keamanan
Ø  Memiliki semangat perjuangan bangsa dalam bentuk perjuangan non fisik yang disertai keuletan dan ketangguhan tanpa kenal menyerah dan mampu mengembangkan kekuatan nasional dalam rangka menghadapi segala tantangan, ancaman, hambatan, dan gangguan.
Ø  Sadar dan peduli akan pengaruh-pengaruh yang timbul pada aspek ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya dan pertahanan keamanan.
8.       Aspek Ilmu Pengetahuan
Dilakukan lewat penguatan empat pilar knowledge based economy ( KBE ), yaitu :
·         Sistem pendidikan
·         Sisten inovasi
·         Infrastruktur masyarakat informasi
·         Kerangka kelembagaan, peraturan perundangan, dan ekonomi
·         Perbaikan kualitas pelayanan kesehatan dan pendidikan
·         Mewujudkan tumbuhnya masyarakat yang berbudaya iptek
9.       Aspek Ideologi
Ø  Pengamalan pancasila secara obyektif dan subyektif
Ø  Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa dan negara Republik Indonesia
Ø  Pendidikan moral Pancasila
Ø  Sesanti Bhineka Tunggal Ika dan konsep Wawasan Nusantara bersumber dari Pancasila.
10.   Aspek Politik
Upaya mewujudkan ketahan pada aspek politik:
1.       Politik Dalam Negeri
Ø  Sistem pemerintahan yang berdasarkan hokum
Ø  Mekanisme politik yang memungkinakan adanya perbedaan pendapat
Ø  Terjalin komunikasi politik timbal balik antara pemerintah dan masyarakat
2.       Politik Luar Negeri
Ø  Hubungan luar negeri ditujukan untuk meningkatkan kerjasama interansional di berbagai bidang
Ø  Politik luar negeri terus dikembangkan menurut prioritas dalam rangka meningkatkan persahabatan dan kerjasama antarnegara
Ø  Perjuangan bangsa Indonesia yangf menyakut kepentingan nasional


 STUDI KASUS
Tari Pendet menjadi iklan acara Discovery Channel bertajuk “Enigmatic Malaysia”. Setelah dipersoalkan selama beberapa hari, Discovery Channel akhirnya memunculkan iklan itu terhitung sejak senin 24 Agustus 2009. Pemerintah Malaysia menyatakan tak pernah mengklaim Tari Pendet.        
                 Nota protes dialamatkan kepada Menteri Kebudayaan, Kesenian dan Warisan Malaysia. Isinya uraian kasus-kasus yang terjadi antara kedua negara sejak dua tahun lalu, gara-gara klaim “Rasa Sayange”, “Indang Bariang”, “Reog Ponorogo” tersebut membuat marak demontrasi anti Malaysia di Indonesia. Nota protes dibahas pada sidang kabinet Malaysia, kata Jero Wacik Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Indonesia. Selanjutnya, dibuat kesepakatan bahwa jika ada karya budaya yang berada dalam wilayah abu-abu (grey area) dan hendak dijadikan iklan komersial, harus saling memberitahu. Bila tidak ada pemberitahuan maka itu adalah pelanggaran etika.
Oleh karena itu, Ketahanan dan kekuatan nasional sangat menentukan peranan negara dalam perkembangan dunia internasional. Namun demikian tidak berarti bahwa suatu negara harus memiliki secara mutlak keseluruhan dari unsur-unsur ketahanan dan kekuatan nasional tersebut. Selain dari unsur-unsur Ketahanan dan kekuatan nasional yang dimiliki oleh suatu negara, maka faktor lain yang sangat mempengaruhi Ketahanan dan kekuatan nasional yang berkaitan dengan unsur-unsur Ketahanan dan kekuatan nasional tersebut adalah bagaimana suatu negara mampu mengelola dan memanfaatkan dari unsur-unsur Ketahanan dan kekuatan nasional tersebut. Sehingga suatu negara dapat turut berperan dalam percaturan dunia internasional.
                Budaya Nasional merupakan aset Bangsa Indonesia yang harus memperoleh perhatian terutama di era Globalisasi saat ini. Budaya nasional menjadi bagian penting negara Indonesia yang dapat dikembangankan dan dikelola sebaik-baiknya. Itu penting agar dapat berfungsi lebih luas tidak hanya sekadar warisan ataupun adat istiadat masyarakat Indonesia yang dirayakan ataupun dilaksanakan pada saat peringatan hari Sumpah Pemuda atau hari Pahlawan saja. Budaya nasional harus menjadi bagian dari aset Bangsa Indonesia yang dapat mendatangkan pendapatan bagi masyarakat dan negara. Tentunya perlu ada suatu kesadaran secara nasional dan dilaksanakan oleh seluruh masyarakat Indonesia pada semua aspek kehidupan bermasyarakat dan bernegara.